Panduan Selfie Liveness Validation pada Live Attendance Talenta

Article author
Learning Center Mekari
  • Diperbarui

Saat melakukan Live Attendance pada Talenta Mobile, diperlukan sebuah selfie yang memenuhi kriteria tertentu guna melakukan absensi online. Salah satu fitur yang dapat mendeteksi kriteria makhluk hidup tertentu tersebut adalah Liveness Validation pada Talenta. Proses ini berguna untuk memastikan tidak ada kecurangan saat karyawan melakukan absensi langsung dengan mendeteksi apakah selfie yang diambil adalah wajah asli atau tidak.

Liveness validation menggunakan fungsi face occlusion yang mana dapat menilai algoritma struktur dan fitur pada wajah seperti pada bagian-bagian wajah berikut.
Faceocclusion__6_.png

Maka dari itu, apabila ditemukan suatu objek yang menghalangi bagian wajah tersebut, maka hasil selfie wajah Anda tidak akan teridentifikasi dengan maksimal dan kemungkinan besar akan dapat diterima oleh sistem.

Berikut adalah contoh kasus pada selfie yang akan diterima dan ditolak oleh sistem.

A. Contoh kasus perbandingan diterima dan ditolak

No.

Kasus

Diterima

Ditolak

1

Mengenakan Hijab

Faceocclusion__1_.png

Seluruh fitur wajah seperti dahi, alis, sepasang mata, hidung, pipi kanan - kiri, dan mulut terlihat dengan jelas.

Faceocclusion__8_.png

Fitur wajah seperti dahi dan alis tertutup oleh hijab.

2

Kacamata

Faceocclusion__11_.png
Kacamata yang dikenakan tidak menghalangi fitur wajah seperti mata, alis, dan pipi. Selain itu, penerangan di dalam ruangan jelas.

Faceocclusion__3_.png
Kacamata yang dikenakan di dalam ruangan kurang cahaya membuat adanya pantulan layar telepon genggam yang menutupi mata. Selain itu, bagian alis tidak terlihat dengan jelas.

3

Rambut pada dahi

Faceocclusion__4_.png
Walaupun setengah bagian dari salah satu mata dan alis tertutup oleh rambut, Selfie seperti ini masih dapat dikenali oleh sistem kami meskipun sebaiknya dihindari.

Faceocclusion__7_.png
Fitur wajah seperti dahi dan alis benar-benar tertutup oleh rambut. 

4

Kasus dengan wajah yang terhalang objek

Faceocclusion__9_.png
Sedikit bagian dari sebelah pipi tertutup oleh satu jari, namun fitur wajah lainnya masih nampak dengan jelas. 

Faceocclusion__5_.png
Sebelah wajah benar - benar tertutup oleh tangan.

5

Menghadap lurus ke depan kamera


Wajah menghadap lurus ke depan kamera dengan cahaya yang baik.


Wajah tidak menghadap lurus ke depan kamera.

6

Orientasi wajah


Orientasi wajah portrait (vertikal).


Orientasi wajah lanskap (horizontal)

7

Letak wajah


Letak wajah tepat di tengah cakupan kamera.


Letak wajah di sudut cakupan kamera.

8

Latar belakang


Latar belakang polos.


Latar belakang ramai dan penuh dengan objek.

B. Contoh kasus yang ditolak

No. Kasus Ditolak 
1 Kasus kacamata gaya dan face paint/tattoo Faceocclusion__2_.png
Kasus wajah dengan face paint atau tattoo.
Faceocclusion__2_.jpg
Fitur wajah bagian atas tertutup oleh kacamata gaya yang memantul atau gelap.
2 Kasus penggunaan masker wajah Faceocclusion__10_.png
Mengenakan masker pola wajah atau mulut.
Faceocclusion__1_.jpg
Fitur wajah bagian bawah tertutup oleh masker.
3 Kasus pencahayaan yang buruk
Cahaya ruangan terlalu terang.

Cahaya ruangan terlalu gelap.

Cahaya ruangan berwarna-warni dan tidak natural. Contohnya: Warna merah.

Membelakangi cahaya sorotan atau matahari.
4 Aksesoris
Meskipun menggunakan kacamata lensa bening, lensa  memantulkan cahaya dari handphone sehingga bentuk mata menjadi terdistorsi.

Memakai topi sehingga menutupi dahi dan bagian dari wajah.
5 Foto wajah kabur/buram (blur)
Foto tidak jelas karena objek bergerak, sehingga menghasilkan gambar yang buram dan terdistorsi.

Foto tidak jelas karena objek bergerak, sehingga menghasilkan gambar yang buram dan terdistorsi.
6 Foto dengan Kartu Identitas
Hindari mengambil foto dengan kartu identitas karena sistem akan mendeteksi objek pada kartu.

Hindari mengambil foto dengan kartu identitas karena sistem akan mendeteksi objek pada kartu.

Demikian adalah panduan selfie Liveness Validation pada Talenta Mobile. Untuk mempelajari cara penggunaan Liveness Validation pada Live Attendance lebih lanjut, baca di sini.